Showing posts with label lautan. Show all posts
Showing posts with label lautan. Show all posts

Friday, 28 July 2023


Ikan Oarfish: Misteri Laut Dalam yang Terkait dengan Kemunculan Bencana Alam

Di kedalaman lautan yang misterius, terdapat makhluk laut yang legendaris dan menjadi sumber keajaiban serta kekhawatiran bagi sebagian orang, yaitu: ikan oarfish. Dikenal sebagai ikan laut dalam yang langka, penampilan ikan oarfish sering dikaitkan dengan kemunculan bencana alam. Namun, apa sebenarnya fakta-fakta menarik tentang ikan ini, dan apakah ada bukti ilmiah yang mendukung kaitannya dengan bencana?

Mari kita eksplorasi lebih dalam tentang ikan oarfish dalam artikel ini.





2. Penemuan Pertama dan Mitos yang Mengitarinya:

Sejak zaman kuno, masyarakat pesisir sering kali menemukan ikan oarfish terdampar di pantai setelah terjadinya gempa bumi atau tsunami. Hal ini menjadi asal usul banyak mitos dan kepercayaan bahwa ikan oarfish adalah pertanda datangnya bencana alam.






3. Hubungan Ilmiah dan Kehadiran di Zona Patahan:

Beberapa penelitian ilmiah telah mencoba untuk menyelidiki hubungan antara kemunculan ikan oarfish dan bencana alam. Beberapa studi mengindikasikan bahwa ikan oarfish lebih sering terlihat mendekati zona patahan, yang sering menjadi penyebab gempa bumi dan tsunami.




4. Sensitivitas Ikan Oarfish terhadap Perubahan Lingkungan:

Para ilmuwan juga mencatat bahwa ikan oarfish sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan laut, termasuk perubahan suhu, tekanan air, dan gelombang. Karena sensitivitasnya yang tinggi, ikan ini mungkin bermigrasi lebih dekat ke permukaan sebelum atau sesudah terjadi guncangan tektonik, yang kemudian dikaitkan dengan kemunculan bencana.





5. Mitos versus Fakta:



Meskipun ada banyak mitos tentang ikan oarfish sebagai "pemberi peringatan bencana," penting untuk mencatat bahwa kaitannya dengan kemunculan bencana alam belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah. Para ilmuwan terus melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami perilaku dan migrasi ikan oarfish, serta kemungkinan kaitannya dengan aktivitas tektonik.





Ikan oarfish tetap menjadi makhluk laut yang memikat perhatian kita dengan keanggunan dan misterinya. Meskipun belum ada bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung kaitannya dengan kemunculan bencana, tetaplah menarik untuk memahami dan menghormati keajaiban alam yang menyertai keberadaan ikan oarfish di kedalaman lautan. Sebagai makhluk langka dan istimewa, ikan oarfish mengajarkan kita untuk tetap rendah hati dan berada dalam harmoni dengan lingkungan laut yang luas dan tak terduga.




Dengan konten yang informatif mengenai ikan oarfish, akurat, dan menarik tentang ikan oarfish dan kaitannya dengan bencana alam, semoga artikel ini dapat memberikan wawasan baru dan menginspirasi pembaca untuk lebih menghargai keanekaragaman alam yang luar biasa.



Ikan Oarfish dan Kemunculan Bencana Alam, Fakta Menarik tentang Ikan Oarfish, Hubungan Ilmiah Ikan Oarfish dan Zona Patahan, Sensitivitas Ikan Oarfish terhadap Perubahan Lingkungan, Mitos dan Kebenaran Ikan Oarfish sebagai Pemberi Peringatan Bencana, Ikan Oarfish: Spesies Langka dari Laut Dalam, Profil Ikan Oarfish: Makhluk Laut yang Misterius, Mitos Tradisional tentang Ikan Oarfish dan Bencana Alam, Penemuan Ikan Oarfish: Kehadirannya di Zona Patahan, Ikan Oarfish dalam Mitologi dan Realitas Alam


Wednesday, 15 May 2013


   Pernahkah kalian melihat terumbu karang? Bagi yang belum pernah dan sudah 
pernah, yuk bersama melihat dan mengenal terumbu karang secara dekat. 
Terumbu karang terdiri dari dua kata, yaitu terumbu dan karang. 
Terumbu dapat diartikan sebagai sebuah endapan batu kapur, 
yaitu kalsium karbonat, yang dihasilkan oleh hewan karang dan biota-biota lain, 


sementara karang dapat diartikan sebagai sejenis hewan 
yang berasal dari ordo Scleractinia 
yang mampu menyekresi kalsium karbonat. Selanjutnya, hewan itu dikenal dengan 
sebutan karang tunggal atau polip. Sebagai catatan, kalian tidak bisa mengartikan 
terumbu karang secara terpisah. Jika diartikan secara terpisah, maknanya akan berbeda. 


Terumbu Karang

Terumbu karang adalah ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis-jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis-jenis moluska, krustasea, ekhinodermata, polikhaeta, porifera, dan tunikata serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya, termasuk jenis-jenis plankton dan jenis-jenis nekton.  




Tipe- Tipe Terumbu Karang : 

 1. Terumbu Karang Tepi (fringing reefs)

Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai 
dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter  
dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses 
perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang 
curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Contoh: 
Bunaken (Sulawesi), P. Panaitan (Banten), Nusa Dua (Bali).


 2. Terumbu karang penghalang (barrier reefs)
Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0.52 km 
ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. 
Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya 
mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar 
pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang 
yang terputus-putus. Contoh: Great Barrier Reef (Australia), 
Spermonde (Sulawesi Selatan), Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah).


 3. Terumbu karang cincin (atolls)
Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau-pulau 
vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. 
Menurut Darwin, terumbu karang cincin merupakan proses lanjutan 
dari terumbu karang penghalang, dengan kedalaman rata-rata 45 meter. 

4. Terumbu karang datar/gosong terumbu (patch reefs) 

Terumbu karang yang berkembang secara horizontal atau vertikal dengan 
kedalaman relatif dangkal dan tumbuh dari dasar pemukaan laut hingga 
atas permukaan laut. Terumbu karang sejenis ini bisa kalian 
temukan di Kepulauan Seribu (DKI Jakarta) dan Kepulauan Ujung Batu (Aceh)
Fungsi dan manfaat terumbu karang dan perannya Terhadap sistem perikanan



   Terumbu karang merupakan ekosistem laut dangkal tropis yang paling kompleks 
dan produktif. Terumbu karang juga merupakan ekosistem yang rentan terhadap
 perubahan lingkungan, namun tekanan yang dialaminya semakin meningkat 
seiring dengan penambahan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di 
wilayah pesisir. Tingginya tekanan ini diakibatkan oleh banyaknya manfaat 
dan fungsi yang disediakan oleh terumbu karang dengan daya dukung yang 
terbatas, sedangkan kebutuhan manusia terus bertambah sepanjang waktu.


  Secara alami, terumbu karang merupakan habitat bagi banyak spesies laut 
untuk melakukan pemijahan, peneluran, pembesaran anak, makan dan 
mencari makan (feeding & foraging), terutama bagi sejumlah spesies yang
 memiliki nilai ekonomis penting. Banyaknya spesies makhluk hidup laut 
yang dapat ditemukan di terumbu karang menjadikan ekosistem 
ini sebagai gudang keanekaragaman hayati laut. Saat ini, peran terumbu karang 
sebagai gudang keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sumber 
penting bagi berbagai bahan bioaktif yang diperlukan di bidang medis dan farmasi.
Manfaat Terumbu Karang untuk kita


1. Sumber ikan dan makanan laut lainnya yang mengandung protein tinggi.
2. Melindungi pantai dan penduduk dari hantaman ombak dan arus.
3. Sumber penghasilan bagi nelayan (tangkapan ikan).
4. Kekayaan pariwisata bahari yang berdaya jual tinggi (memancing, menyelam, snorkeling).
5. Sumber kekayaan laut yang bisa digunakan sebagai obat-obatan alami.
6. Sebagai laboratorium alam untuk pendidikan dan penelitian.


Ternyata terumbu karang itu banyak manfaatnya yaa.. kita patut bangga 
terhadap Negara kita Indonesia. karena sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari perairan yang pastinya terdapat kekayaan laut didalamnya, salah satunya adalah
 Terumbu Karang. Untuk itu kita sebagai masyarakat 
harus ikut peduli terhadap lingkungan dan melestarikan kekayaan yang dimiliki oleh Negara kita. 

Sumber: http://yukiwaterfilter.com/in/artikel-149-manfaat-terumbu-karang-bagi-biota-laut.html

Wednesday, 30 November 2011

Sebuah fenomena alam yang jarang terjadi ditemukan di pantai china. Rumput laut (Seaweeds) ini menutupi laut yang ada di sekitar pantai china ini. Selain menguntungkan para nelayan china untuk mengambil rumput laut ini secara gratis, rumput laut di sana di jual dengan harga yang cukup mahal gan. Tidak heran rumput laut yang sedang ber invansi tersebut di ambil oleh orang orang yang di dekat pantai itu. Yuk kita lihat bagaimana laut biru di sulap menjadi rumput hijau.









Sumber : http://adaopiq.blogspot.com/2011/01/fenomena-alam-lautan-berubah-menjadi.html#ixzz1fCTpfqIy

Thursday, 6 October 2011


Lautan tak hanya indah dan mengerikan jika ombak sedang bergulung-gulung, sehingga kebanyakan manusia lebih memilih untuk mengaguminya dari pantai dibanding melayari hamparan air birunya yang tak berujung. Selain kedua hal tersebut, laut juga memiliki misteri dan fenomena yang di antaranya bahkan belum dapat dipecahkan penyebabnya. Jika Anda ingin tahu apa saja misteri tersebut, berikut datanya yang dikutip dari situs berita Rusia, Pravda.

1. Segitiga Bermuda
Nama ini merupakan yang paling banyak disebut dalam beberapa dekade terakhir akibat banyaknya kejadian mistrius di kawasan seluas jutaan kilometer persegi dan berada di antara tiga wilayah itu, yakni Kepulauan Bermuda, Puerto Rico, dan Fort Lauderdale.

Nama Segitiga Bermuda mulai beken ketika satu skuadron tempur yang terdiri atas lima pembom torpedo Angkatan Laut, hilang pada 5 Desember 1945. Hingga kini jasad 14 kru pesawat dan bangkai kapalnya tidak ditemukan. Menurut data, hingga kini setidaknya sudah 50 kapal dan pesawat yang dilaporkanhilang di wilayah itu. 

Pada 1980-an, Segitiga Bermuda kehilangan reputasi mistisnya karena tidak lagi 'melahap' apapun yang melintas di atasnya. Namun demikian, sejumlah teori telah berupaya mengungkap misteri itu, baik dari segi pseudosains, paranormal, sampai UFO. Namun. Teori yang paling meyakinkan adalah yang dikemukakan Joseph Monaghan dari Monash University. Pada 2003, ilmuwan tersebut menulis artikel dalam American Journal of Physics. Judulnya, 'Bisakah Gelembung Metana Menenggelamkan Kapal?'

Menurut Monaghan, gelembung besar bisa terbentuk dari deposit metana padat -- yang dikenal dengan gas hidrat. Untuk diketahui gas metan bisa memadat di bawag tekanan besar di dalam laut. Deposit metana yang mirip es bisa pecah, berubah gas, dan menciptakan gelembung di permukaan air. Konsentrasi gas yang lepas bisa menyebabkan kerusakan alat elektronik pada pesawat juga kapal. Tak hanya itu, kapal bisa tenggelam di lokasi tersebut karena pengurangan kepadatan (densitas) air secara mendadak.

Fenomena lain di Segitiga Bermuda disebut Flying Dutchman - lenyapnya awak kapal secara misterius. Teori ilmiah ditawarkan untuk menjelaskan dari hilangnya para pelaut itu. Yakni infrasonik. Beberapa ilmuwan yakin, infrasonik itu ditimbulkan gelembung gas metana saat naik ke permukaan.

Getaran infrasonik memicu resonansi berbahaya di jantung dan pembuluh darah. Saat itu, manusia yang terkena bisa terserang panik. Ini mungkin yang membuat para pelaut panik dan melompat ke luar kapal - untuk melepaskan diri dari perasaan aneh yang menimpanya.

Bagaimanapun, tak ada satupun teori yang menjelaskan, mengapa pada pertengahan tahun 1980-an, Segitiga Bermuda berhenti melahap kapal dan pesawat. Mungkin karena kemajuan teknologi pesawat dan kapal.

2. Laut Sargasso
Banyak orang menyamakan Laut Sargasso dengan Segitiga Bermuda. Padahal perairan ini terdapat di tenggara Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik. Ada beberapa keunikan di wilayah ini. Samudera bergerak searah jarum jam, tedapat banyak alga Sargassum di dalamnya.

Laut ini memiliki pusaran raksasa yang memiliki aturannya sendiri. Temperatur di luar pusaran jauh lebih tinggi dari bagian luarnya. Sejumlah orang yang berlayar di sana mengaku melihat fatamorgana: misalnya, Matahari terbit di Timur dan Barat dalam waktu bersamaan.

Richard Sylvester dari University of Western Australia berpendapat, pusaran raksasa Sargasso bersifatsentrifugal -- yang lantas menciptakan pusaran kecil yang mencapai wilayah segitiga bermuda. Pusaran kecil ini menimbulkan siklon mini di udara -- cukup kuat untuk mencelakakan sebuah pesawat kecil.

3. Laut Setan (Devil's Sea)
Ini adalah wilayah di Pasifik, sekitar Pulau Miyake - 100 kilometer Selatan Tokyo. 'Saudara' Segitiga Bermuda ini tidak bisa ditemukan di peta manapun, namun para pelaut memilih untuk menghindarinya. Badai bisa muncul secara tiba-tiba dan menghilang sama mendadaknya. Paus, lumba-lumba, bahkan burung tak hidup di wilayah itu. Sembilan kapal menghilang dalam waktu lima tahun pada tahun 1950-an. Yang paling terkenal adalah menghilangnya Kaiyo Maru No.5, kapal riset Jepang.

Laut Setan berada di kawasan seismik yang sangat aktif. Lantai laut bergerak konstan. Pulau vulkanik muncul dan menghilang secara reguler. Wilayah ini juga diketahui sangat aktif aktivitas siklonnya.

4. Tanjung Harapan
Daerah ini juga dikenal sebagai Tanjung Badai. Kapal-kapal besar tenggelam dalam kurun waktu ratusan tahun. Sebagian besar kapal hancur karena cuaca buruk, khususnya ombak mematikan, atau 'cape roller'. Para ilmuwan menyebutnya gelombang soliter -- yang tingginya bisa mencapai 30 meter, sejatinya terdiri dari dua ombak yang bergabung menjadi satu.

Gelombang raksasa itu menciptakan rongga besar, yang tingginya hanya sedikit lebih rendah dari gelombang itu. Meski fenomena ombak ini bisa terjadi di laut lainnya, namun area di Tanjung Harapan yang paling bahaya.

5. Bagian Timur Samudera Hindia dan Teluk Persia
Daerah ini dikenal fenomena yang sangat mengesankan dan misterius: lingkaran cahaya raksasa yang berputar-putar di permukaan air.

Ahli kelautan Jerman, Kurt Kahle percaya, fenomena itu adalah akibat dari gempa bawah laut, yang menimbulkan pendaran plankton. Lalu timbul gerakan seperti putaran roda. Namun, hipotesis ini menuai kritik akhir-akhir ini karena belum mampu menjelaskan transformasi lingkaran cahaya secaralogis. Sains modern juga belum mampu menjelaskan bentuk lingkaran sempurna obyek tersebut. Karenanya, muncul teori baru yang sebenarnya lebih tak masuk akal: UFO.

6. Pusaran air (maelstrom)
Meski tak terlalu mengesankan seperti pusaran air di Laut Sargasso. Namun para pelaut tahu fenomena menakjubkan tentang pusaran jenis ini. Pusaran air ini terjadi dua kali sehari, di bagian barat laut Laut Norwegia Kata 'maelstrom' dipopulerkan oleh Edgar Alan Poe. Maelstrom adalah air yang berputar kuat dan besar. Permukaan air dari pusaran lebihrendah puluhan meter dari permukaan air laut. Kekuatannya puluhan kali lipat dari arus biasa.

Yang aneh, pusaran berubah arah berlawanan setiap tiga sampai empat bulan. Bisa terjadi di manapun, termasuk Segitiga Bermuda. Diyakini, pusaran berputar berlawanan arah jarum jam di belahan bumi utara dan searah jarum jam di bagian bumi selatan.


sumber